
buat kamu smua,,,,,jawab kuis ni....
Apa beda kecoa ma wanita?
ketik nama#no.hp#jawaban singkat
via email ke ikrom_zain@yahoo.com
ada hadiah menarik lhooooo
aku tunggu....
Ini adalah website percobaan



Salah satu kelemahan model atom Bohr hanya bisa dipakai untuk menjelaskan model atom hydrogen dan atom atau ion yang memiliki konfigurasi elektron seperti atom hydrogen, dan tidak bisa menjelaskan untuk atom yang memiliki banyak elektron.
Werner heinsberg (1901-1976), Louis de Broglie (1892-1987), dan Erwin Schrödinger (1887-1961) merupakan para ilmuwan yang menyumbang berkembangnya model atom modern atau yang disebut sebagai model atom mekanika kuantum.
Pernyataan de Broglie yang menyatakan bahwa partikel dapat bersifat seperti gelombang telah menginspirasi Schrödinger untuk menyusun model atomnya dengan memperhatikan sifat elektron bukan hanya sebagai partikel tapi juga sebagai gelombang, artinya dia menggunakan dualisme sifat elektron.
Menurut Schrödinger elektron yang terikat pada inti atom dapat dianggap memiliki sifat sama seperti “standing wave” , anda bisa membayangkan gelombang standing wave ini seperti senar pada gitar (lihat gambar). Ciri standing wave ini ujung-ujungnya harus memiliki simpul sehingga ½ gelombang yang dihasilkan berjumlah bilangan bulat.
Hal yang sama dapat diterapkan apabila kita menganggap elektron dalam atom hydrogen sebagai “standing wave”. Hanya orbit dengan dengan jumlah ½ gelombang tertentu saja yang diijinkan, orbit dengan jumlah ½ gelombang yang bukan merupakan bilangan bulat tidak diijinkam. Hal inilah penjelasan yang rasional mengapa energi dalam atom hydrogen terkuantisasi. (lihat gambar)

Schrödinger kemudian mengajukan persamaan yang kemudian dikenal dengan nama “persamaan gelombang Schrödinger” yaitu :
H? = E?
? disebut sebagai fungsi gelombang, H adalah satu set intruksi persamaan matematika yang disebut sebagai operator, dan E menunjukan total energi dari atom. Penyelesaian persamaan ini menghasilkan berbagai bentuk penyelesaian dimana setiap penyelesain ini melibatkan fungsi gelombang ? yang dikarakteristikkan oleh sejumlah nilai E. Fungsi gelombang ? yang spesisfik dari penyelesaian persamaan gelombang Schrödinger disebut sebagai “orbital”
Apakah orbital itu? Orbital adalah daerah kebolehjadian kita menemukan elektron dalam suatu atom atau bisa dikatakan daerah dimana kemungkinan besar kita dapat menemukan elektron dalam suatu atom.
Bedakan dengan istilah orbit yang dipakai di model atom Bohr. Orbit berupa lintasan dimana kita bisa tahu lintasan dimana elektron mengelilingi inti, tapi pada orbital kita tidak tahu bagaimana bentuk lintasan elektron yang sedang mengelilingi inti. Yang dapat kita ketahui adalah dibagian mana kemungkinan besar kita dapat menemukan elektron dalam atom.
Werner Heisenberg menjelaskan secara gamblang tentang sifat alami dari orbital, analisis matematika yang dihasilkannya menyatakan bahwa kita tidak bisa secara pasti menentukan posisi serta momentum suatu partikel pada kisaran waktu tertentu. Secara matematis azas ketidakpastian Heisenberg ditulis sebagai berikut:
?x . ?(mv) ? h/4?
?x adalah ketidakpastian menentukan posisi dan ?(mv) adalah ketidakpastian momentum dan h adalah konstanta Plank. Arti persamaan diatas adalah semakin akurat kita menentukan posisi suatu partikel maka semakin tidak akurat nilai momentum yang kita dapatkan, dan sebaliknya.
Pembatasan ini sangat penting bila kita memmpelajari partikel yang sangat kecil seperti elektron, oleh sebab itulah kita tidak bisa menentukan secara pasti posisi elektron yang sedang mengelilingi inti atom seperti yang ditunjukan oleh model atom Bohr, dimana elektron bergerak dalam orbit yang berbentuk lingkaran. Disinilah mulai diterimanya model atom mekanika kuantum yang diajukan oleh Schrödinger.
Sesuai dengan azaz Heisenberg ini maka fungsi gelombang tidak dapat menjelaskan secara detail pergerakan elektron dalam atom, kecuali fungsi gelombang kuadrat (?2) yang dapat diartikan sebagai probabilitas distribusi elektron dalam orbital. Hal ini bisa dipakai unutk menggambarkan bentuk orbital dalam bentuk distribusi elektron, atau dikenal sebagai peta densitas.
Setelah Kuala Lumpur, Asia akan mendapat satu tempat lagi dalam kejuaraan dunia Grand Prix Formula 1, dengan terpilihnya Singapore sebagai tuan rumah putaran ke 15. Balapan F1 tersebut untuk pertama kalinya akan digelar malam hari pada tanggal 28 September nanti.
Antusiasme publik akan GP F1 Singapore yang mencatatkan sejarah sebagai balapan pertama di malam hari dalam sejarah F1 ini tercermin dari tingginya akses terhadap layanan pemesanan tiket online.
Sistem pemesanan tiket online yang menjadi salah satu feature website resmi GP F1 Singapore sempat mengalami crash (gangguan fatal) pada saat diluncurkan pada tanggal 14 Februari.
Layanan tersebut diselenggarakan oleh Singapore GP Pte. Ltd bekerja sama dengan The OmniTicket Network, yang bertanggung jawab terhadap distribusi tiket.
Paolo Moro, CEO OmniTicket memberikan pernyataan, "Oleh karena jumlah permintaan yang tidak terduga dan terlalu besar pada saat yang bersamaan, response time sistem pemesanan tiket menjadi terganggu dan berhenti bekerja"
Sebuah jendela pop-up yang berisikan penjelasan sekaligus permintaan maaf juga ditampilkan di website resmi GP F1 Singapore. Gangguan tersebut sudah berhasil diatasi dan layanan pemesanan tiket online sudah berfungsi dengan baik pada saat berita ini ditayangkan.
Harga tiket GP F1 Singapore berkisar mulai dari US$118 hingga US$ 979. Tersedia juga tiket VIP seharga US$ 5293 yang diberi nama The Paddock Club. (THG)